Belajar Motret “Fairy Light” Bareng Fujiguys Indonesia.

Belajar Motret "Fairy Light" Bareng Fujiguys Indonesia.

Belajar Motret “Fairy Light” Bareng Fujiguys Indonesia. – Terakhir hunting foto bareng temen-temen yang doyan motret itu tahun 2012 alias 5 tahun lalu pas masih jadi anggota Airlangga Photography Society, UKM Fotografi di Universitas Airlangga. Waktu itu kita rame-rame pergi piknik dan hunting foto di Taman Hutan Raya, Bandung dan temanya bebas. Ada yang motret landscape, human interest, sreet, makro hingga model. Setelah bekerja, aku udah nggak pernah hunting foto rame-rame atau ikut kumpul komunitas fotografi manapun tapi masih tetap doyan motret karena tiap kali travelling ke tempat baru pasti foto-foto buat bahan tulisan di blog dan feed Instagram 😃

Pertama kali tahu ada komunitas Fujiguys Indonesia itu waktu beli kamera Fujifilm X100T dan browsing cara-cara penggunaan, teknik foto dari beberapa user profesional yang sudah lebih dulu pakai X100T. Kalau ditanya, kenapa kok beli X100T? Aku nggak beli, itu kamera hadiah ulang tahun 😁 Kalau beli sih, aku pengennya X-A2 atau X-A3 yang warna pink. Iya, pengen kamera itu karena ada warna PINK! 😋 Beberapa hasil foto X100T bisa kamu lihat di postingan aku ini dan ini atau ke akun Instagramku

Workshop Night Potrait

Instagram @fujiguys_id

Beberapa hari lalu aku ikut workshop Night Potrait “Fairy Light” yang diadakan Fujiguys Indonesia di Taman Menteng, nggak cuma motret bareng tapi juga sharing dan diajarin editing sederhana menggunakan Lightroom. Sebenarnya, aku lebih sering motret landscape, street/human interest dan product daripada potrait, tapi karena tema hunting fotonya menarik yaitu “fairy light” aku jadi penasaran dan pengen tahu cara memaksimalkan X100T pas hunting malam hari.

Kurang lebih ada sekitar 20 peserta workshop Night Potrait yang hadir, ada yang berasal dari sekitaran Jakarta, Bekasi hingga Bandung. Peserta hunting kemarin didominasi kaum perempuan anggota Fujigirls Indonesia, senang rasanya pas tahu ada komunitas foto khusus perempuan-perempuan user Fujifilm 😝

Om Stephano lagi jelasin teknik hunting night potrait || Sumber Foto: Om Jack (IG: Chubbygerm)

Mentor workshop Night Potrait “Fairy Tale” kemarin adalah om Stephano Prasadajudio, profilenya bisa kamu follow disini.

“Untuk hunting night potrait, sebaiknya kita menggunakan lensa dengan bukaan besar atau medium tele 56-90.” ujar om Stephano menjelaskan teknik hunting night potrait.  “Tapi kalau ada yang nggak punya atau nggak bawa medium tele juga gapapa kita akan maksimalkan kamera masing-masing dengan main jarak foto dan push ISO di setting kamera.” lanjutnya.

Aku yang awalnya udah jiper duluan karena lensa kameraku kan fixed 23mm jadi agak tenang dan pede buat ikutan hunting night potrait. Teknik motret dan editing Lightroom yang dijelaskan om Stephano akan aku rangkum di postinganku ini 😉

Hunting Foto Fairy Light

Yang bikin tenar gaya motret Fairy Light ini sebenarnya adalah Brandon Woefel, Fotografer asal New York ini sering menghiasi feed instagramnya dengan foto-foto fairy light. Selain model, ada beberapa properti yang harus disiapkan untuk membuat foto Fairy Light yaitu:

  • string & fairy LED
  • Jar/Toples
  • Payung bening
  • Wardrobe model yang warnanya terang/mencolok (Merah)

Setelah semua properti siap, langit sudah gelap tinggal setting kamera dengan bukaan F2 atau F2.8, ISO 2000-2500 dan shutter 1/125. Yuk mari hunting!!

Nb: Shutter speed 1/125 optimal untuk night potrait.

Ada 3 sesi foto di hunting night potrait kemarin, yaitu:

  1. Sesi pertama hunting foto model dengan properti payung LED

Di sesi ini hasil fotoku kurang memuaskan, nggak dapet angle yang sesuai dengan harapan 😁 Tapi hasil foto teman-teman fujiguys yang lain bagus, seperti hasil foto om Sugi satu ini.

Sumber Foto: Om Sugiharto

2. Sesi kedua fokus pada LED di tangan dan kaki model

Model hunting night potrait kemarin adalah Mbak Dewi, profilenya bisa kamu lihat disini 😉 Aku kemarin lumayan gemas pas lihat kabel-kabel LED yang melilit ditangan dan kaki mbak Dewi nggak rapi, ada bagian-bagian tangan dan kaki yang nggak kena LED jadinya aku sedikit membetulkan posisi kabel-kabel LED supaya lebih cantik di tangan dan kaki mbak Dewi yang molek 😁✌ Di sesi foto ini, aku dapat hasil foto yang cukup memuaskan.

3. Sesi ketiga model menggunakan topi merah dan LED.

Makin malam teman-teman Fujiguys makin semangat buat motret, dan mbak Dewi sudah lebih rileks karena udah bisa ketawa dan senyum-senyum pas digodain para fotografer 😝

Sumber Foto: Om Jack (IG: Chubbygerm)

Sama seperti sesi sebelumnya, aku dengan sukarela jadi tim yang benerin kabel-kabel LED mbak Dewi 😂 Gemas lihat modelnya sibuk benerin kabel di topinya yang terus-terusan jatuh kalau dia pose nunduk. Thanks to om Jack yang udah candid 😅

Sumber Foto: Om Jack (IG: Chubbygerm)

Di sesi foto kali ini aku cukup puas dengan hasil bidikan kameraku, mungkin karena sudah mulai bisa mengaplikasikan teknik dan trik yang diajarkan om Steph meskipun nggak terlalu banyak dapat bokeh seperti hasil foto teman-teman yang lain. Berikut ini hasil bidikan kameraku 😉

Sharing & Editing Session

Tepat pukul 8 malam, sesi belajar motret night potrait di Taman Menteng berakhir dan semua peserta hunting bergeser pindah ke Wendy’s untuk sharing dan makan malam, haus dan lapar jendral! 😆

Om Steph, memulai sesi sharing & Editing dengan aplikasi Lightroom di gawai || Sumber Foto: Om Jack (IG: Chubbygerm)

Berikut ini rangkuman penjelasan om Steph:

1. SOOC dr kamera td dg pembacaan histogram yg under/berat kiri semua

 

2.adjustment di bagian basic terlebih dahulu

 

3.adjustment di bagian white balance dan tint untuk netralisir warna kulitnya

 

4. Adjustment clarity – sehingga kulit tampak lbh halus

 

5. Adjustment bagian split toning, bagian highlight-shadow dibuat opposite tonenya sesuai dengan prinsip komposisi warna

 

6. Adjustment di bagian curve – Blue. Bagian shadow diwarnai biru, highlight warna kuning, untuk efek vintage

 

7. Adjustment di curve – Red untuk netralisir skintone nya

 

8. Adjustment pada curve – Green sbg penyeimbang skintone dg tone fotonya

 

9. Adjustment pada curve RGB,bagian shadow titiknya di naikkan sehingga tidak tercipta black 100%, dan titik highlight di turunkan sehingga tidak tercipta highlight yg berlebihan. Setelah itu 2 titik di tengah sebagai pembentuk kontras foto

 

10. Kembali ke pengaturan white balance, kali ini saturasi diturunkan sehingga tone foto, terutama skintonenya tidak terlalu pop out

HASILNYA SEPERTI INI

Sumber Foto: Om Stephano

Edit minor di aplikasi lightroom ini gampang-gampang susah ya dan bikin mata siwer kalau nggak banyak latihan. Aku yang awalnya sering edit foto pakai aplikasi snapseed dan VSCO sekarang sudah mulai belajar edit foto pakai Lightroom. Lebih lega pakai Lightroom yang di desktop/PC ya karena bisa lebih detail dan nyaman karena menggunakan kursor mouse 😁

Berikut ini aku share hasil editan lightroom punyaku dan teman-teman Fujiguys yang ikut sharing & Editing session:

Sesi belajar motret “Fairy Light” kemarin cukup seru dan menyenangkan, bisa kumpul dan kenal dengan user fujifilm lainnya, ilmu yang didapat juga bermanfaat untuk hunting foto selanjutnya. Kalau ada belajar motret lagi dari Fujiguys Indonesia, kamu-kamu-kamu yang user fujifilm dan doyan hunting kudu-harus-banget ikutan!

Semoga bermanfaat :*


 

It’s all about man behind the gear – anonymous


 

You may also like

3 Comments

Leave a Reply