Pengalaman Tiga Puluh Menit di Pulau Merah Nias Utara!

“Kita sebelum ke laut mati, harus mampir dulu ke pulau merah pit!” ujar kak Windy Ariestanty di hari pertama kami menginjakkan kaki di pulau Nias sambil menunjukkan artikel di gawainya, yang terbayang di otakku adalah pantai pink seperti yang ada di Labuan Bajo, hmm…menarik sepertinya 🤔 “Oke, sebelum ke laut mati kita mampir kesana.” jawabku.

Mobil rental yang kami sewa selama beberapa hari di pulau Nias melaju dengan kecepatan sedang menuju Gawu Soyo (Pulau Merah). Gawu Soyo ini berada di Desa Ombolata Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara, sekitar 80 Km dari pusat Kota Gunung Sitoli dengan jarak tempuh 2,5 – 3 jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Dalam perjalanan, sopir mobil rental bercerita sedikit tentang pulau yang akan kami tuju, Pak Mat mengatakan bahwa Gawu Soyo sekarang sepi sejak ada kejadian pengunjung yang tenggelam saat berenang disana, lokasinya sekarang sudah tidak terawat dan banyak sampah, padahal Gawu Soyo dulu lumayan terkenal dan menjadi destinasi wisatawan.

Kisah Legenda Gawu Soyo

 

Pengalaman Tiga Puluh Menit di Pulau Merah Nias Utara!
Gawu Soyo

Setiap tempat pasti punya kisah legendanya sendiri, Gawu Soyo juga punya lho! Penasaran kan kenapa pasir pantai pulau ini berwarna merah? Nah, menurut kisah legenda yang beredar nih warna merah pantai ini berasal dari darah ular Haria (Naga versi masyarakat Nias) yang berhasil dibunuh oleh seorang ksatria di goa ular yang berada tak jauh dari Gawu Soyo, nah darah ular tersebut terciprat hingga ke desa Ombolata Afulu dan menjadi warna merah khas pantai ini.

Kak Windy sama Jojo lagi mojok mengamati pasir pantai. Mana yang warna merah???

Benar kata pak Mat, lokasi pantai ini cukup sepi dan panas karena tidak ada tempat berteduh atau payung-payung cantik seperti di pantai Kuta, Bali. Kami bertiga hanya sanggup menikmati keindahan pantai ini selama tiga puluh menit saja 😂 Nggak kuat menahan teriknya matahari serta kami masih harus melanjutkan satu jam perjalanan menuju laut mati Indonesia di ujung Nias Utara 😋

Ngapain Aja Selama Tiga Puluh Menit?

Hanya dua hal yang bisa dilakukan di pulau ini yaitu: Foto-foto dan duduk santai menikmati suara debur ombak (tentunya lebih santai kalau duduknya dibawah payung cantik ya jadi nggak kepanasan) 😂 Kok ga coba berenang pit? Gini ya cyint, ombak di pantai ini lumayan ganas, jadi tidak disarankan untuk berenang. Apalagi pak Mat kan udah cerita tuh kalau sudah pernah ada yang tenggelam di pantai ini 😅 Berikut ini hasil foto-foto kami bertiga selama tiga puluh menit di Gawu Soyo! Enjoy 😌😘

Kalau mau bereksplorasi ada banyak spot foto kece di pantai ini, apalagi dengan latar belakang pohon-pohon kelapa 😄 Kalau kata anak kekinian sih, banyak tempat foto yang INSTAGRAMABLE 😘

Tips Main Ke Gawu Soyo

  1. Pakai sunblock sebelum main ke pantai ini
  2. Bawa payung atau kacamata hitam
  3. Bawa makanan, cemilan dan minuman sendiri karena tidak ada warung/kios yang berjualan makanan/minuman disekitar area pantai.
  4. Pakai baju dan alas kaki yang nyaman dan eye catching untuk berfoto.
  5. Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momenmu main di pantai ini.
  6. Tidak ada tanda khusus atau plang nama lokasi pantai, jadi pastikan sopir yang membawamu ke pantai ini tahu persis lokasinya 😅

Sekian cerita perjalananku selama tiga puluh menit di Gawu Soyo, Pulau Merah di Nias Utara! Semoga bermanfaat 😘

You may also like

Leave a Reply