Secangkir Kopi untuk Sepetak Kebun, Pembawa Prestasi.

Secangkir Kopi untuk Sepetak Kebun, Pembawa Prestasi. – Selamat tahun baru 2018! Meski sudah memasuki hari ketiga tahun ini masih banyak teman-teman yang posting tentang berbagai pengalaman mereka di tahun 2017 lalu, most of all postingan mereka menginspirasi dan membuatku turut bahagia saat membacanya. ^^v

Awal tahun 2017 kemarin adalah pertama kalinya aku tinggal dan menetap di Jakarta bersama suami. Bagaimana rasanya tinggal di ibukota pit? Rasanya seperti naik wahana roller coaster, naik-turun-deg2an-suka-duka-teriak-panik semua campur jadi satu.

  • Panik karena harus menghadapi lingkungan baru, orang baru dan suasana baru.
  • Deg-degan karena setiap mau pergi kemana-mana sendiri selalu takut diculik, dicopet dan ketemu tindakan kriminal lainnya. Dulu waktu tinggal di Surabaya kebanyakan nonton acara berita kriminal tentang ibukota. Maap ye, eke kampung~~ ehehe
  • Suka-duka menghadapi ibukota adalah ketika aku harus memulai semuanya dari nol, pekerjaan dan pertemanan misalnya. Ada banyak kekhawatiran yang aku rasakan, “bisa nggak ya tetap bekerja dan berprestasi?”, “bisa nggak ya dapat teman-teman baik?” macem-macem deh pokoknya.

Puji Tuhan, segala kekhawatiran aku di tahun 2017 tidak terjadi. Tuhan justru mempertemukan aku dengan teman-teman satu hobi yang awesome, yang kocak dan selera humornya sama. Sama-sama gilanya.

Grup Whatsapp Baru

Lupa kapan tepatnya aku dimasukin ke grup whatsapp baru yang ternyata membernya adalah teman-teman Indonesia berkebun yang mau ikutan lomba. Ada kak Idnul dari Bali Berkebun, bang Ucok dari Bungo Berkebun, bang somad dan kak dee dari Jakarta Berkebun di grup itu, berasa masuk jebakan betmen! Grup whatsapp yang diberi nama UNYE 2017 adalah tempat diskusi (yang 90% banyak bercandanya) mengenai persiapan lomba project Youth Empowerments United Nations.

Seleksi pertama untuk lomba tersebut adalah kami harus mengisi form dan menjelaskan project yang akan kami ikutkan lomba. Awalnya kami membahas project untuk menangani jumlah sampah di ibukota yang menggunung, kemudian membahas tempat ngopi yang enak di Jakarta, lalu janjian buat ngopi bareng dan tiba-tiba muncul ide untuk memanfaatkan ampas kopi di kedai kopi yang terbuang percuma menjadi pupuk kompos organik bagi para petani. Saat ide project sudah didapat, grup sempat hening selama beberapa hari karena masing-masing dari kami memikirkan judul dan tagline apa yang tepat untuk project kami ini.

Grup kembali ramai ketika kami mengadakan voting untuk judul dan tagline yang cucok meong untuk project kami. Iya, semua hal kami diskusikan secara terbuka dan penuh canda, jadi nggak ada tuh yang namanya sakit hati ketika idenya tidak terpilih. Ground Coffee Co-op: Secangkir Kopi untuk Sepetak Kebun adalah judul project yang kami daftarkan dalam form Youth Empowerments United Nations. Saat proses pendaftaran pun, bang somad sempat bikin kami semua heboh karena dia ketiduran di jam-jam terakhir submit form. Untungnya 2 jam sebelum pendaftaran ditutup, form sudah berhasil kami kirim, tugas kami selanjutnya adalah banyak berdoa supaya project kami terpilih untuk lanjut ke seleksi berikutnya. ^^

Yang Ditunggu Akhirnya Datang Juga

Setelah menanti selama beberapa minggu akhirnya tim kami mendapat kabar bahagia yaitu, project kami diterima dan masuk shortlisted UNIC Jakarta yang merupakan penyelenggara acara. Project kami berada di urutan ke 20 dari 25 project yang terpilih, kalau ditanya gimana perasaan kami saat maju ke seleksi selanjutnya adalah: SHOCK! Iya, kami nggak nyangka kalau terpilih dan speechless saat tahu di seleksi kedua kami harus mengirimkan video mengenai project kami dengan durasi 3-5 menit. Nahloo!! gimana mau syuting bikin video coba, nggak mungkin juga kak idnul cuti kerja lalu ke Jakarta untuk syuting video, namun tampaknya dewi fortuna selalu berpihak kepada kami karena mendekati dateline submit video, bang ucok ada tugas kantor ke Jakarta sehingga bisa  bantu aku untuk ambil beberapa scene video, lalu ada mbak Indri yang baik hati mengijinkan kami untuk syuting video project di rooftop gardennya dan tentunya pak suami yang juga mensupport tim kami dengan mengedit video project ground coffee co-op sehingga hasilnya awesome!

Berikut ini adalah video project kami yang bisa kalian tonton. Ps: Maafkan suara imut dan medok aku ya :p

Tak lama setelah video project kami kirim, ada email masuk dari UNIC Jakarta yang berisi undangan kepada 25 tim yang telah terpilih untuk mempresentasikan projectnya masing-masing di Jakarta Creative Hub tanggal 5 Desember 2017. Waktu yang cukup lama bagi tim kami untuk mempersiapkan diri dan materi presentasi. Grup whatsaap kembali heboh ketika kak idnul nggak bisa flight ke Jakarta untuk presentasi karena jadwal penerbangan dari Bali yang masih belum pasti karena adanya erupsi gunung agung, bang ucok yang sudah didaulat oleh kami untuk presentasi sudah pasti hadir jauh-jauh dari Jambi ke Ibukota sambil membawa contoh kompos ampas kopi Ground Coffee Co-op ^^v makasih ye bang…

Minimalis Tapi Manis

Jakarta Creative Hub di tanggal 5 Desember 2017 dipenuhi dengan para finalis lomba yang sibuk mempersiapkan dekorasi booth dan materi presentasi masing-masing untuk menarik perhatian para juri dan pengunjung Jakarta Creative Hub. Bang Ucok sudah datang duluan dan menghias meja booth kami dengan cukup minimalis dan manis.

Minimalis tapi manis, semanis senyuman kamu~

12 jam sebelumnya…

Grup whatsapp di malam sebelum presentasi project cukup ramai, iya ramai bercanda supaya nggak grogi pas presentasi.

a: Btw, besok disuruh presentasi selama 6 menit nih. Lama juga yaa!

b: ah, nggak kok. 1 menit perkenalan, trus lo bilang: mau tahu lebih lanjut tentang project kami? silahkan tonton video berikut ini. Lo setel aja video project, kan 5 menit tuh videonya. Hahahahaha :))

c: ide lo cerdas juga.

d: Nggak gitu cara mainnya woy~

e: Heh! tidur kalian semua, besok presentasi pagi kan~

Lalu disaat mata ini sudah mau terpejam dan bobo cantik tiba-tiba muncul email dari panitia UNIC yang mengatakan bahwa tiap peserta harus mempersiapkan video project dengan durasi 2,5 menit untuk presentasi. Alhasil, aku ga jadi tidur dan bangunin pak suami yang sudah tertidur pulas (maaf yaa cyint) untuk edit dan cut beberapa scene video project kami menjadi 2,5 menit durasinya. Untung yaaa aku belum tidur jadi masih sempat edit video 😐

Baca juga:  Membangun Citra Perusahaan Lewat Tampak Depan Bangunan (Fasad).

Persiapan presentasi di Jakarta Creative Hub..

Bisa dibilang saat persiapan presentasi project kemarin di Jakarta Creative Hub, aku sama bang Ucok ini seperti duo maut. Iya, soalnya kak dee dan bang somad masih belum bisa ninggalin kerjaan dan datang ke lokasi presentasi dan kak vby serta kak ain yang datang dari Makassar untuk support tim kami juga belom tiba di lokasi presentasi.

Tanpa aba-aba dan diskusi sebelumnya, aku dan bang ucok sudah ambil posisi masing-masing di lokasi presentasi. Aku jaga booth dan presentasi ke setiap pengunjung yang datang ke booth, bang Ucok mempersiapkan materi presentasi dan mendengar arahan dari panitia UNIC Jakarta di ruangan lain. Sedikit info ya, kami peserta tidak tahu dan tidak bisa membedakan mana pengunjung dan mana yang juri karena sejak awal ikut lomba, tidak ada info siapa yang menjadi juri lomba project ini.

Di foto atas ini tampak aku sedang menjelaskan project Ground Coffee Co-op kepada beberapa pengunjung dengan sangat fasih dan lancar. Yang sebenarnya terjadi adalah aku gugup dan sempat bingung mau ngomong apa, lha pas lagi asik menata meja tiba-tiba aku dicolek dan dikasih pertanyaan dalam bahasa Inggris: “can you explain to us about your project?” .. percayalah gess, sepintar-pintarnya kamu berbahasa Inggris kalau lagi panik atau kaget bisa jadi mendadak bego dan nggak tahu mau ngomong apa, padahal semua jawaban sudah ada dikepala cuma bibir nggak bisa ngomong (T_T)v .. sempat malu waktu itu ketika salah satu dari penanya mengatakan: “relax, calm down..” setelah menghela nafas panjang, akhirnya aku bisa dengan lancar dan fasih menjawab semua pertanyaan dan mereka terlihat excited serta puas dengan jawaban yang aku berikan.

Ada salah satu pengunjung booth yang tampak sangat antusias dengan project kami.

him: project kalian ini tentang apa?

me: tentang ampas kopi pak, jadi kami mengolah ampas kopi yang dibuang percuma oleh kedai kopi di Jakarta menjadi pupuk kompos organik.

him: kenapa kopi?

me: karena kami suka ngopi dan sering menggunakan ampasnya sebagai pupuk bagi tanaman di kebun kami.

him: wah, kalian membuat project yang sederhana dan mudah dilakukan ya!

me: project kami memang nampaknya sederhana dan mudah dilakukan, namun tak banyak orang yang mau melakukannya secara massive. Oleh karena itu, kami menginisiasi project kami ini dengan harapan tak hanya kedai kopi saja yang mau mengolah ampasnya menjadi pupuk, namun penikmat kopi rumahan juga bisa 🙂

him: *tersenyum penuh makna*

Bang Ucok pas presentasi project

Sesungguhnya kami sempat minder dan tak percaya diri karena banyak booth peserta lain yang dihias dengan atribut yang meriah dan mereka juga membawa supporter (aish, macam pertandingan bola saja) untuk mendukung timnya. Para peserta diberi kesempatan untuk presentasi mengenai project di booth masing-masing selama satu jam, kemudian setiap perwakilan dari tiap tim akan maju untuk presentasi didepan para juri sesuai dengan nomor undian yang sudah diambil oleh perwakilan tim.

Memang sudah takdirnya dapat nomer 2 untuk presentasi, daripada makin grogi trus bingung mau ngomong apa yekan? hehe..

 

3 Terbaik Pilihan Private Sector

Sesi presentasi project sudah dilalui dengan lancar dan mendapat tanggapan bagus dari Filantropi, salah satu juri dan mentor bagi para peserta lomba yang terpilih menjadi pemenang. Bang Ucok dan aku sempat shock dan bengong ketika melihat “mereka” yang tadi berkunjung ke booth dan tanya banyak hal mengenai project kami duduk di kursi juri. Rasa khawatir, minder dan deg-degan yang kami rasakan berangsur sirna ketika kami meyakini bahwa kami sudah melakukan yang terbaik dan hasilnya pasti juga akan baik.

Sambil menunggu semua peserta presentasi dan pengumuman pemenang, kami berfoto bersama kak vby dan kak ain yang sudah datang dari Makassar. Timnya lengkap kecuali kak Idnul yang lagi di Bali.

Pukul 16.00 WIB semua peserta dipanggil untuk masuk kedalam ruangan Jakarta Creative Hub karena panitia akan mengumumkan siapa saja pemenang lomba 2017 Youth Empowerments United Nations. Ada 10 project yang dipilih para juri sebagai pemenang lomba, namun panitia hanya akan mengumumkan 3 project terbaik pilihan sektor swasta dan 7 project lainnya akan diumumkan melalui email.

Ada hal kocak yang terjadi ketika pengumuman pemenang lomba, hal yang tidak bisa kami lupakan karena membuat kami selalu tertawa ketika mengingatnya. MC lancar dan mantap saat mengumumkan pemenang pertama yaitu ayobacain, aplikasi pertama di Indonesia yang mengonversi buku konvensional menjadi buku audio bagi teman-teman tunanetra. Nah, saat mengumumkan tim kami yang menjadi pemenang, MC memanggil kami dengan…

MC 1: Terbaik kedua selanjutnya adalah…bubuk kopi. Bubuk kopi mana bubuk kopi?

Kami: Hah? bubuk kopi? Ini maksudnya kita atau tim lain sih?

Aku: Ground Coffee Co-op ya maksudnya?

MC 2: Nah! Iya, kalian Ground Coffee Co-op.

MC 1: Iya, itu maksud saya tadi bubuk kopi yang dijadikan pupuk kompos

Kami: Bengong sejenak lalu tertawa bersama. Hahahaha :)))

Bang Ucok mewakili tim kami naik ke atas stage untuk menerima penghargaan.

Foto bersama setelah menerima plakat pemenang lomba


Aku mengakhiri tahun 2017 dengan prestasi baru, pengalaman baru serta project baru yang akan mulai jalan di tahun 2018 ini. Nggak pernah menduga bahwa project yang kami buat dengan penuh canda-tawa ini meraih kemenangan dan memberi setiap kami satu tambahan prestasi lagi yang bisa kami cantumkan dilembar portfolio atau cv kami #ciyeegitu. Tak hanya mendapat plakat dan piagam saja, namun project kami ini akan mendapat dana serta mentoring dan kesempatan untuk berelasi dengan beberapa investor yang tertarik dengan project kami. Secangkir kopi untuk sepetak kebun yang menjadi tagline project Ground Coffee Co-op kami ini memiliki arti bahwa didalam setiap cangkir kopi yang kalian minum, terdapat 20 gram ampas kopi yang dapat diolah menjadi pupuk kompos organik yang bermanfaat bagi tanaman di kebun kalian.

Terima kasih Tuhan untuk semua hal yang terjadi di 2017. God is good, all the time 🙂

 

xoxo,

upit :*

 

Related Post

Jakarta Series: Cap Go Meh Glodok 2018 Hari minggu 4 Maret 2018 lalu lini masa social media ramai dengan tagar #CapgomehGlodok2018, masyarakat ibukota yang turun ke jalan di kawasan Glodok ...
Sehari Belajar Bersama Brilio Menciptakan Konten B... Sehari Belajar Bersama Brilio Menciptakan Konten Brilian! - Jangan ngaku gaul dan eksis abis kalau nggak pernah baca artikel-artikel menarik dan inspi...
Tips Cerdas Memilih Asuransi Kendaraan Bermotor Tips Cerdas Memilih Asuransi Kendaraan Bermotor - Tahukah anda saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 257,9 Juta, yang wajib KTP 182,5 Juta dan j...
Tissot, Pencatat Waktu Resmi Asian Games 2018 Tissot, Pencatat Waktu Resmi Asian Games 2018 - Pernah nggak kalian penasaran dengan pencatat waktu para atlet Asian Games? Kalau aku sih penasara...

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.