Jakarta Series: Kata di Kota Tua

Jakarta Series: Kata di Kota Tua – Mulai tahun 2018 ini ada yang baru di blog aku, yaitu postingan foto-foto hasil hunting yang disertai dengan sedikit cerita mengenai foto dan pengalamanku saat hunting di berbagai lokasi. Setiap postingan akan aku beri judul sesuai dengan series dan lokasi hunting foto, Jakarta Series adalah seri pertamaku. Enjoy!

Kata di Kota Tua

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kalimat “Kota Tua Jakarta” ? Beberapa kawanku menjawab: museum, sejarah, kafe, sepedaan, liburan, piknik murah, foto-foto buat postingan socmed. Jawaban terakhir cukup menarik buatku, foto-foto buat social media 😀

U: Kamu di Kota Tua Jakarta mau foto apa sih? Selfie?

X: Ish, ngapain selfie! foto OOTD ala-ala selebgram lah, biar eksis di social media. Sekalian hunting foto bangunan disana, kan bagus-bagus tuh pit.

Motivasi setiap orang ketika hunting foto itu beda-beda, ada yang memang suka motret, ada yang motret untuk konten postingan, ada juga yang “udah jalan dulu aja sambil liat-liat, kalau ada yang menarik ya dipotret”, kalau aku seringnya sebelum motret pasti menentukan tujuan dan tema foto yang diambil serta browsing dulu di lokasi hunting bakal ada aktifitas apa saja, hal ini penting bagi kalian yang sedang belajar motret, apalagi street photography.

Street Photography merupakan aliran dari fotografi, yg lebih mengutamakan subject (point of interest) di ruang publik (tempat umum). Ruang publik yang dimaksud di sini tidak terlepas dari “Jalanan” saja, tetapi dalam artian yg lebih luas, misalkan di cafe, mall, pasar, taman, dan sebagainya. Point of interest(subject) yg dimaksud di ruang publik tidak terlepas dari orang saja, melainkan hal-hal lain yg kerap berada di ruang publik, seperti peristiwa, benda-benda (element), cuaca, bayangan, dan sebagainya.

Street Photography bisa sebagai foto dokumentasi, foto seri, ataupun foto tunggal. Kalau berbicara sejarah, mungkin sulit kapan Street Photography di temukan, tetapi Street Photography mulai populer ketika kamera dengan film 35mm ditemukan (kira-kira pada tahun 1930-an), kamera yg kecil, ringan, cepat, dan mudah dibawa kemana-mana. Sejak itulah Street Photography mulai berkembang dan populer.

Baca juga:  Trip Sehari Main Ke Bogor, Jika Jenuh Dengan Suasana Ibukota!

Oke, aku disini nggak akan membahas panjang lebar tentang apa itu street photography dan tekniknya apa saja, mungkin di postingan selanjutnya aku akan membahas tentang hal itu. Dalam postingan ini aku mencantumkan foto-foto hasil huntingku di kota tua dengan tema: Kata di Kota Tua, jadi aku mengambil gambar kata-kata apa saja yang aku temukan di Kota Tua Jakarta yang menurutku cukup menarik.

  1. Kedai Seni Djakarte: Tulisan ini menarik buatku karena terletak diantara jendela kedai yang bewarna hijau menyala, desain jendelanya vintage cocok dengan bentuk tulisan yang jadul. 

 

 

2. Coretan Tangan Seniman Jalanan: Seniman jalanan di Kota Tua Jakarta menjajakan coretan tangannya. Kanvas berwarna merah yang bertuliskan: Hidup itu ibarat lukisan yang amat besar, Coretlah sebanyak mungkin warna di dalamnya. Lukisan ini seolah mencurahkan isi hati sang seniman, dengan pemilihan warna merah sebagai latar yang melambangkan motivasi dan membangkitkan energi. Lukisan ini nampaknya sederhana, namun ketika diamati sarat makna.

 

3. Selamat Tinggal Mantan: Waktu menemukan tulisan ini tergeletak dibawah sepeda seniman jalanan aku langsung reflek motret sambil senyum-senyum sendiri. Ada 3 tulisan yang menarik, yaitu: Indonesia, Selamat tinggal mantan dan NKRI harga mati. Dalam hati aku berkata: Selamat tinggal mantan ini maksudnya Indonesia bebas mantan gitu? Lebih cinta Indonesia daripada cinta mantan? #eaaa :))) 

Tulisan tangan sederhana seniman jalanan seperti ini mampu menghasilkan pundi-pundi bagi kantong mereka. Setiap orang yang berfoto dengan sang seniman sambil membawa tulisan-tulisan ini sebagai properti foto, bisa memasukkan uang kedalam kaleng yang sudah disediakan secara sukarela.

Hanya ada 3 dari 25 foto yang menurutku menarik untuk aku posting dalam Jakarta Series: Kata di Kota Tua. Aku masih terus belajar tentang teknik fotografi baik secara teori maupun praktek, kata seniorku: Satu kali motret, itu satu kali belajar. Ada 25 kali motret, berarti sudah 25 kali pula kamu belajar. 

 

 


Ps: Doakan aku selalu sehat ya, biar bisa terus jalan-jalan hunting foto dan rutin bikin postingan. Sampai jumpa di series selanjutnya !

xoxo,

Upit :*

You may also like

4 comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.