Jakarta Series: Cap Go Meh Glodok 2018

Hari minggu 4 Maret 2018 lalu lini masa social media ramai dengan tagar #CapgomehGlodok2018, masyarakat ibukota yang turun ke jalan di kawasan Glodok turut memposting keriaan acara Cap Go Meh Glodok di akun social media masing-masing, nggak kaget kalau tagar tersebut sempat menjadi trending topic nomer dua di Indonesia. Berikut ini potret keriaan #Capgomehglodok2018 yang aku abadikan.

REOG PONOROGO, BUJANG GANONG, JATHILAN

Seumur hidup baru kemarin pas di #capgomehglodok2018 aku berani liat reog dari jarak yang sangat dekat. Dulu, reog terlihat menyeramkan, apalagi kalau udah ada pentol yang nari-nari aku pasti udah teriak-teriak nangis. Ibu bilang dulu waktu masih anak-anak aku pasti langsung lari kabur minta digendong dan pergi menjauh setiap ada pertunjukan reog 😁😂 Ada yang pernah ngasih tahu, kalau pegang bulu merak reog bisa bikin demam berhari-hari, mungkin karena itu aku dulu takut liat reog, takut sakit dan nggak bisa main 😋 Untung ya kemarin, nggak dicolek atau dijawil sama reognya, kalau dicolek gitu udah kabur pulang langsung aku :))

Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu – tunggu oleh penonton khususnya anak-anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti 😊

Dari salah satu versi cerita, Bujang ganong adalah adik seperguruan dari Klonosewandono yang kemudian mereka berdua bertemu kembali dan bersatu, mendirikan kerajaan Bantarangin. Klonosewandono sebagai raja dan Bujang ganong sebagai Patihnya. Dalam dramaturgi seni pertunjukkan reyog, Bujang ganong lah yang dipercaya sebagai utusan dan duta Prabu Klonosewandono untuk melamar Dewi Songgolangit ke Kediri.

Jathilan dikenal sebagai tarian paling tua di Jawa, dikenal juga dengan nama Jaran Kepang. Tarian ini mempertontonkan kegagahan seorang prajurit di medan perang dengan menunggang kuda sambil menghunus sebuah pedang. Penari menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kulit binatang yang disebut dengan Kuda Kepang, diiringi alat musik gendang, bonang, saron, kempul, slompret dan ketipung 😊👌

Tarian ini pertunjukkan oleh penari yang menggunakan seragam prajurit dan yang lainnya menggunakan topeng dengan tokoh-tokoh yang beragam, ada Gondoruwo (setan) atau Barongan (singa). Mereka mengganggu para prajurit yang berangkat ke medan perang. Selain di Yogyakarta, Jathilan juga berkembang di wilayah lain seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, meski masing-masing menampilkan versi yang berbeda. Lakon yang dimainkan umumnya sama, seperti Panji, Ario Penangsang atau gambaran kehidupan prajurit pada masa kerajaan Majapahit.

Kostum lainnya berupa seragam celana sebatas lutut, kain batik bawahan, kemeja atau kaus lengan panjang, setagen, ikat pinggang bergesper, selempang bahu (srempeng), selendang pinggang (sampur) dan kain ikat kepala (udheng) dan hiasan telinga (sumping). Para penari berdandan mencolok dan mengenakan kacamata hitam.

Baca juga:  Mudik Aman dan Nyaman Bersama Mitsubishi New Mirage.

103 JOLI DEWA-DEWA

Pertama kalinya turun ke jalan buat liat perayaan cap go meh di Glodok, biasanya cuma nonton aja di tv 😁 Ada hal yang menarik saat Joli dari berbagai klenteng di Indonesia akan diarak keliling glodok, yaitu:

  1. Para penonton pawai yang berada diatas jembatan penyeberangan diteriakin agar mengosongkan area tengah jembatan saat Joli akan diarak. Katanya untuk menghormati para joli dewa yang akan melintas, ada pula yang bilang agar para pemain atraksi pawai tidak terluka dan ilmu kebalnya nggak hilang.
  2. Ada 103 Joli dari berbagai kota di Indonesia seperti Bali dan Semarang yang diarak keliling glodok, dan 1 Joli diangkat oleh 20 orang secara bergantian.
  3. Joli harus diarak sambil berlari. Nah alasan kenapa Joli harus diarak sambil lari ini yang aku belum tahu 😅👌 Kamu tahu alasannya nggak?
  4. Beberapa masyarakat pasti meletakan angpao di setiap Joli yang melintas.

KABASARAN

Tari kabasaran merupakan tarian tradisional masyarakat Minahasa, yang dahulu justru sejenis tarian perang yang ditarikan oleh beberapa orang laki-laki. Para penari kabasaran sehari-hari bekerja sebagai petani atau menjadi penjaga keamanan desa di Minahasa. Tetapi jika wilayah mereka terancam akan diserang musuh, para penari akan berubah menjadi waranei atau prajurit perang.

Menurut adat Minahasa, penari kabasaran harus berasal dari keturunan sesepuh penari kabasaran juga, sehingga tidak semua laki-laki Minahasa mempunyai kesempatan untuk menjadi penari kabasaran. Karena sifatnya yang turun temurun, setiap penari juga memiliki sebuah senjata yang juga diwariskan secara turun temurun. Senjata warisan inilah yang dipakai saat menari.

Kostum penari yang didominasi warna merah adalah kain tenun khas Minahasa. Wajah penari terlihat garang, mata melotot, dan sedikit senyum pun tak akan terlihat selama mereka menari. Bersenjatakan pedang dan tombak, para penari terlihat seperti prajurit yang siap berperang menghancurkan musuh. Sesekali terlihat gerakan melompat, maju-mundur dengan semangat, dan juga mengayunkan senjata. Namun di akhir pementasan, para penari melakukan gerakan-gerakan yang terlihat lebih riang, sebagai simbol membebaskan rasa amarah setelah selesai berperang.

Topi Kabasaran asli terbuat dari kain ikat kepala yag diberi hiasan bulu ayam jantan, bulu burung Taong dan burung Cendrawasih. Ada juga hiasan tangkai bunga kano-kano atau tiwoho. Hiasan ornamen lainnya yang digunakan adalah “lei-lei” atau kalung-kalung leher, “wongkur” penutup betis kaki, “rerenge’en” atau giring-giring lonceng (bel yang terbuat dari kuningan).


ABANG-NONE & ONDEL-ONDEL


WARNA-WARNI CANTIK DARI PAPUA

SENYUMIN, JANGAN?


#CAPGOMEHGLODOK2018

Perayaan ini mengikutsertakan sedikitnya 2.000 orang dari 20 perserta dari beragam latar belakang yang menggambarkan keberagaman Indonesia.


Sekian foto dan cerita dari Jakarta Series yang kedua, sampai jumpa di series selanjutnya!

xoxo,

Upit :*

 

 

 

Related Post

Pengalaman Seru di KRL Gerbong Wanita yang Menyena... Pengalaman Seru di KRL Gerbong Wanita yang Menyenangkan - Sejak 3 bulan yang lalu aku sudah pindah dan tinggal menetap bersama suami di Jakarta. Suasa...
J-Sky Ferris Wheel, Wahana Kincir Ria Tertinggi Di... J-Sky Ferris Wheel, Wahana Kincir Ria Tertinggi Di Indonesia. - Ada satu wahana baru di Indonesia yang bisa kamu jadikan tujuan wisata akhir pekan ata...
Trip Sehari Main Ke Bogor, Jika Jenuh Dengan Suasa... Trip Sehari Main Ke Bogor, Jika Jenuh Dengan Suasana Ibukota! - Seorang teman pernah bertanya padaku, "Bagaimana rasanya tinggal di Ibukota?" ku jawab...
Makan Nikmat, Harga Hemat di Rumah Makan Jenggala ... Makan Nikmat, Harga Hemat di Rumah Makan Jenggala Medan. - Pertama kali punya kesempatan untuk menjelajah kota Medan itu rasanya seperti dapet undian ...

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.