Indonesian Dance Festival kembali digelar di beberapa lokasi di Jakarta

(IDF, Jakarta) Keprihatinan dosen-dosen yang juga merupakan seniman tari di Institut Kesenian Jakarta akan sepinya kegiatan seni tari bertaraf internasional menggugah mereka untuk mendirikan Indonesian Dance Festival pada tahun 1992. Para dosen Fakultas Seni Pertunjukkan tersebut adalah Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, serta didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W.Kusumo dan lainnya untuk menggarap festival tari kontemporer, yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.

IMG_20181030_153626

Selama lebih dari dua dekade, Indonesian Dance Festival berkibar di dunia tari internasional. Sebagai sebuah acara biennale, IDF mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka sambil berusaha keras untuk menampilkan festival yang bergengsi dan bertaraf internasional setiap kali acara berlangsung. IDF tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal di dunia internasional, namun juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF.

Program-program utama festival ini meliputi: pementasan tari yang terdiri dari showcase(Kampana) dan mainperformance, workshop(akademi IDF), presentasi, seminar, penerbitan dan publikasi seni tari, kompetisi, masterclass, commissionworks, dan berbagai program stimulasi karya-karya baru serta berbagai presentasi karya-karya inovatif dari para seniman muda potensial.

Seno Gumira Ajidarma, Rektor IKJ mengatakan “IDF harus jadi wadah pembelajaran, bukan saja bagi seniman tari, tapi seniman lain, termasuk peminat seni. Kegiatan-kegiatan pada pelaksanaan IDF harus dapat menjadi penentu standar kualitas dan meningkatkan penyelenggaraan acara menjadi lebih baik. Pergelaran yang ditampilkan setiap hari menjadi momentum ritual peningkatan mutu”.

IMG_20181030_160236

Visi dan misi festival ini berpijak pada konteks pengalaman kultural Indonesia yang hidup dalam kisaran dan pertemuan dari berbagai akar budaya yang sangat beragam. IDF diciptakan sebagai wahana pertemuan kreatif berbasis pengalaman lintas budaya sebagai proses pembelajaran bagi semua orang untuk menjelajahi dan menyelami keragaman kultural dari berbagai bangsa di dunia.

Baca juga:  Carsome, Platform Jual Mobil Bekas dalam 24 Jam!

IMG_20181030_153748

Tahun ini adalah tahun ke 14 penyelenggaraan IDF, menandai tahun ke 26 keberadaannya, dengan tema “Demo/cratic Body: How Soon Is Now?” yang melibatkan 8 negara sebagai berikut: Indonesia, Meksiko, Prancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura. IDF ke 14 akan diadakan di berbagai tempat di Jakarta dari tanggal 6 – 10 November 2018. Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, Teater Salihara adalah tempat-tempat dimana kita dapat menyaksikan berbagai pertunjukkan menarik persembahan Indonesian Dance Festival.

Hingga tahun 2016, IDF telah berhasil menampilkan tak kurang dari 250 karya-karya koreografer terkemuka Indonesia dan karya-karya penting dari berbagai negara Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika. IDF juga didukung oleh para kurator tari internasional terkemuka, yaitu Tang Fukuen (Singapura), Daisuke Muto (Jepang) dan Arco Renz (Jerman).

Untuk memulai perhelatan internasional ini, Pre IDF akan menampilkan para koreografer dan penari muda dari dalam maupun luar negeri.

IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitas sehingga terjadi dialog guna membangun kehidupan yang lebih indah dengan toleransi serta apresiasi terhadap keberagaman.

IMG_20181030_153437


Kapan lagi coba nonton pertunjukan seni samnil berdonasi! Yuk buruan beli tiketnya di http://indonesiandancefestival.id !

xoxo,

Upito

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.