Hati yang berhati-hati

Bagiku, tahun ini cukup komedi untuk dijalani. Bagaimana tidak, saat hati sudah memilih, lalu dia yang menjadi pilihan diambil Tuhan begitu saja dari genggaman tangan. Lebih tepatnya, dia memilih memenuhi panggilan menjadi hamba-Nya yang setia.

Lalu waktu berlalu begitu cepat, sayangnya hati belum juga menemukan orang yang tepat. Setelahmu, hati ini menjadi sangat berhati-hati untuk menjatuhkan perasaannya. Pernah aku mencoba, lalu gagal bahkan sebelum memulai suatu hubungan. Kita hanya sempat dekat, namun menjadi kisah yang cuma numpang lewat.

Sahabat-sahabatku tertawa setiap kali aku mulai cerita dengan kalimat: “Eh, aku mau dikenalin ke xxxx” lalu mereka menjawab dengan “Dikenalin lagi ke yang baru? Yang kemarin aja mental semua sama kamu gitu.” .. “Gausah lah, take your time. Nggak ada salahnya being alone dulu.” lalu kupikir-pikir mereka ada benarnya juga. Nggak ada salahnya untuk saat ini sendiri dulu, nggak ngejar apapun, nggak terburu-buru juga untuk memulai hubungan lagi. Meskipun tiap kali ada yang cakep dikit, nengok~~ Pinter dikit, nengok~~~ Nengok doang, trus ga ngapa-ngapain.. hahha

Hati yang berhati-hati ini masih sulit untuk membuka diri dan mengijinkan orang baru untuk masuk dan menetap. Mungkin belum waktunya, mungkin tahun depan, atau tahun depannya lagi. Hati nggak pernah mencari, ia jatuh sendiri (dengan hati-hati).

Jakarta, SCBD

Baca juga:  Indonesian Dance Festival kembali digelar di beberapa lokasi di Jakarta

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.