Eco Driving, Konsep Mengemudi Yang Ramah Di Kantong & Ramah Lingkungan.

Eco Driving, Konsep Mengemudi Yang Ramah Di Kantong & Ramah Lingkungan. – Sebagai calon ibu rumah tangga yang baik, penting rasanya mengetahui perkembangan harga-harga bahan kebutuhan saat ini, termasuk harga bahan bakar kendaraan bermotor (BBM). Kebutuhan akan bahan bakar kendaraan ini tidak bisa dihindari, dan kenaikan harga BBM akan membuat sebagian besar masyarakat frustasi, apalagi yang sehari-hari bepergian dan beraktifitas dengan kendaraan pribadi. Sementara itu jika kita menengok ke isu lingkungan saat ini yang menyatakan bahwa kondisi lingkungan akibat polusi kendaraan bermotor sisa pembakaran BBM atau O2 sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini terjadi karena adanya reaksi kimia akibat pembakaran yang tidak sempurna dan melahirkan sisa karbon monoksida (CO) yang menjadi polutan berbahaya. Polutan berbahaya lainnya adalah NOx dan HC, polutan ini diakibatkan karena bahan bakar tidak mengandung senyawa oktana saja, tapi sering ditambahkan dengan bahan adiktif lain atau yang sering kita dengar dengan nama “Bahan Bakar Oplosan.” Berdasarkan fakta di atas, lalu apa yang bisa dilakukan? Rekayasa teknologi, memperbaiki infrastruktur, penggunaan bahan bakar alternatif dan perilaku pengemudi. Hmmm, dua hal terakhir adalah hal yang paling bisa dan masuk akal kita lakukan sebagai pengendara kendaraan bermotor.

Bukan suatu hal yang kebetulan jika tanggal 10 November 2016 kemarin aku mendapat kesempatan untuk mengikuti gathering yang diadakan oleh Portal Otomotif No. 1 di Indonesia. Acara ini bertajuk Eco Driving – Mau Gak Tekor? Ini Caranya!” diadakan di Buro Cafe, Jl. Sumatra No.40, Surabaya.

Mengenal Eco Driving Lebih Dekat

Pak Arief, perwakilan dari mobil123.com memaparkan bahwa saat ini masyarakat Indonesia memiliki keingin tahuan yang tinggi mengenai Eco-Driving. Oleh karena itu mobil123.com mengundang para media dan blogger Surabaya untuk turut hadir dalam acara gathering ini. Acara yang di dominasi oleh kehadiran emak-emak blogger ini berlangsung dengan seru, biasanya yang minat dan doyan dengerin penjelasan mengenai otomotif kan para lelaki nih, kali ini kaum perempuan nggak mau kalah. Emak-emak blogger juga antusias menyimak penjelasan mengenai Eco Driving dari pak Sugihendi.

Eco driving adalah cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dan sangat berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Selain itu eco driving juga berkontribusi terhadap program pelestarian lingkungan.

Menurut pak Sugihendi, ada 3 aspek dari Driving Skill

  1. Defensive Driving: Mengemudi untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang.
  2. Safety Driving: Mengemudi aman & selalu berpikir jauh kedepan serta waspada terhadap segala resiko yang terjadi.
  3. Eco Driving: Mengemudi untuk menghemat waktu, biaya & ramah lingkungan.

Sebelum berkendara, ada 4 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Gunakan bahan bakar sesuai dengan nilai oktan yang di sarankan oleh perusahaan kendaraan anda.
  2. Periksa tekanan angin ban kendaraan bermotor anda.
  3. Hindari muatan yang berlebihan. Karena membawa beban lebih berat membutuhkan tenaga yang lebih besar pula yang artinya konsumsi bahan bakar lebih banyak.
  4. Service mobil secara berkala.
Baca juga:  Sehari Belajar Bersama Brilio Menciptakan Konten Brilian!

Setelah persiapan berkendara ini dilakukan, perhatikan pula Eco-Driving Skill. Jangan mau kalah sama sopir taksi, karena sopir taksi menerapkan 10 langkah eco driving skill untuk menghemat bahan bakar. Nih, aku kasih tau apa aja 10 langkah eco driving skill:

  1. Hindari start dengan akselerasi tinggi. Lakukan penekanan pedal gas secara perlahan. Jangan langsung gas pol!
  2. Hindari transmisi perputaran mesin berlebihan. Sebaiknya pindah gigi di 2000 RPM.
  3. Antisipasi terhadap kondisi lalu lintas, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan anda. Jangan gas-rem-gas-rem-gas-rem *repeat*
  4. Jangan berkendara setengah kopling. Hal ini menyebabkan keausan kopling lebih cepat dan boros bahan bakar. Yang setengah-setengah emang ga baik ya buibuk~
  5. Pertahankan dengan kecepatan yang tetap untuk menghindari pengereman mendadak.
  6. Jangan ngebut di jalan tol. Karena jalan tol bukan arena balapan. Semakin kamu ngebut, semakin boros konsumsi bahan bakar.
  7. Hindari mesin menyala dalam kondisi netral terlalu lama. Ada baiknya kalau lagi nunggu atau jemput gebetan, suami atau istri, dan mereka lama munculnya, mesin mobilnya dimatikan aja dulu. Hemat beb~
  8. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur tidak terlalu dingin, untuk mengurangi beban besar pada mesin sehingga hemat BBM.
  9. Tutup jendela pada kecepatan tinggi. Mengemudi dengan jendela terbuka akan mengganggu aerodinamika kendaraan.
  10. Jangan bertindak agresif, santai saja dalam mengemudi. Alon-alon asal kelakon~

Manfaat Eco Driving

  1. Biaya: Menghemat bahan bakar dalam jangka panjang, Biaya pemeliharaan kendaraan menjadi lebih rendah.
  2. Lingkungan: Mengurangi polusi dan efek rumah kaca.
  3. Sosial: Berkendara menjadi lebih bertanggung jawab, mengurangi stress berkendara, meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang.
  4. Keamanan: Mengurangi resiko kecelakaan, meningkatkan keamanan saat berkendara.

Usai menjelaskan mengenai eco driving, pak Sugihendi memberi kesempatan emak-emak blogger untuk mengajukan pertanyaan. Ada satu emak blogger hits, mbak Yuni yang antusias sekali bertanya,

Hayoooo siapa yang masih suka pakai bbm oplosan? menurut jawaban dari pak Sugihendi, BBM oplosan berpotensi merusak kendaraan dan menimbulkan polutan karena tidak sesuai dengan bahan bakar yang disarankan untuk digunakan kendaraan bermotor.

Dari penjelasan pak Sugihendi di atas, sudah terpampang nyata bahwa eco driving tak hanya ramah di kantong, namun juga ramah lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian. Yuk, sama-sama menjadi pengendara kendaraan bermotor yang menerapkan eco driving skill

You may also like

1 comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.