12 Hal yang Bisa Dilakukan di Nias Selatan (Bagian Kedua).

12 Hal yang Bisa Dilakukan di Nias Selatan — Meskipun daftar 6 hal yang bisa kamu lakukan di Nias Selatan sudah aku berikan di postingan bagian pertama, daftar hal tersebut masih berlanjut karena ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di Nias selatan lho!

Berikut ini adalah lanjutan hal-hal yang bisa kamu lakukan disana.

7. Melihat Pertunjukan Fahombo: Ingatkah kamu pada tanggal 21 September 2016 lalu Bank Indonesia melakukan penarikan mata uang Rp 1.000,- yang bergambar lompat batu? Nah, lompat batu ini merupakan tradisi suku Nias, lompat batu atau Fahombo ini dilakukan untuk mereka yang sudah dewasa. Menurut beberapa cerita, mereka yang sudah dewasa diharuskan untuk melompati batu setinggi 2 meter, ada pula yang mengatakan bahwa tradisi ini pada jaman dahulu kala merupakan ujian bagi para pria yang akan maju berperang. Mereka yang mampu lompat melewati batu setinggi 2 meter ini menggunakan roh kekuatan nenek moyang. Meskipun ada pula yang sudah berlatih sejak kecil. Tidak semua desa di pulau Nias melakukan tradisi unik ini, hanya desa Bawomataluo ini yang tetap menjaga tradisi lompat batu. Rasanya ingin sekali menyerukan Indonesiaku Keren! ketika melihat aksi pemuda Nias melakukan lompat batu.

Kiri - Kanan: Aksi pelompat batu - Foto bersama pelompat batu. © Fitria Dwi S
Kiri – Kanan: Aksi pelompat batu – Foto bersama pelompat batu. 

Para pria yang bisa melompati batu ini dianggap sudah teruji kedewasaan serta keperkasaannya. Bagaimana kalian para pria tertarik untuk mencoba? #eh

Info: Kalian harus merogoh kocek sebesar Rp 150.000,- untuk melihat aksi dua pemuda Nias melakukan lompat batu. Jangan lupa ajak para pelompat batu foto bareng ya, kalau foto bareng sih, GRATIS!

8.  Merayakan Malam Tahun Baru di Kota Telukdalam: Jika kamu mencari nuansa beda untuk merayakan malam tahun baru, kamu bisa datang ke Kota Telukdalam, Nias Selatan karena ada banyak acara seru di kota ini. Mulai dari lomba vokal grup menyanyikan lagu daerah, lomba tari Maena hingga lomba karnaval keliling kota. Beruntungnya saya pada pergantian malam tahun baru 2017 kemarin diberi kesempatan untuk menjadi MC acara malam tahun baru. Ada peserta lomba karnaval yang cukup mencuri perhatian saya, yaitu peserta karnaval dengan busana yang mewakili berbagai macam agama, suku bangsa serta profesi di Indonesia. Peserta lomba karnaval ini sesuai dengan tema tahun baru yaitu “Nias Selatan Bersatu, Akan Lebih Baik”. Indonesiaku keren! Meskipun berbeda-beda namun tetap satu jua.

Peserta Karnaval Malam Tahun Baru di Telukdalam. © Fitria Dwi S
Peserta Karnaval Malam Tahun Baru di Telukdalam.

Tips: Kalau kamu mau ikut karnaval atau hunting foto human interest sebaiknya pakai sepatu yang nyaman karena karnaval ini dilakukan dengan berjalan keliling kota selama 15 menit. Jangan pakai high heels kalau nggak mau kaki kamu lecet atau pegal-pegal.

9. Bertemu Bapak Bupati Nias Selatan*)

Foto Bersama Bapak Bupati Setelah Acara Malam Tahun Baru. © Fitria Dwi S
Foto Bersama Bapak Bupati Setelah Acara Malam Tahun Baru.

Apabila kamu beruntung, kamu akan dapat bertemu dan berfoto bersama dengan bapak Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH.,MH.

*) Apabila beruntung dan apabila bapak Bupati berkenan diajak foto bareng.

10. Mencicipi Ragam Kuliner Khas Nias Selatan: Apabila kamu beruntung, kamu juga dapat mencicipi nikmat dan gurihnya nasi Nifolegu. Nasi ini hanya ada pada saat ada acara-acara adat seperti pernikahan atau kematian kerabat. Nasi Nifolegu ini terbuat dari beras yang dimasak dengan periuk tanah liat diatas kayu bakar.

Ini Nasi Nifolegu, Bukan Kue Bolu! © Fitria Dwi S
Ini Nasi Nifolegu, Bukan Kue Bolu!

Ada lagi kuliner yang wajib dan harus kamu coba, yaitu Durian dari Desa Hilifalagö dan Bawodobara. Yang membuat durian dari dua desa tersebut terkenal adalah daging buahnya yang tebal dan bertekstur lembut seperti mentega. Saya awalnya cuma makan satu biji, kemudian keterusan sampai habis satu buah durian.

Pesta Durian! © Fitria Dwi S
Pesta Durian!

Info: Kenikmatan durian ini membuat siapa saja tak mau berhenti memakannya, jadi jangan berlebihan ya. Ingat kolestrol! #eh

Kesegaran kelapa muda yang baru dipetik dari pohon kelapa juga wajib kamu coba, apalagi minumnya sambil duduk santai di pinggir pantai. Sebelum kembali ke Jakarta, saya menghabiskan waktu satu hari penuh bersantai di pantai Hilibatu sambil menikmati kelapa muda. Di pantai Hilibatu dapat kamu temukan banyak pohon kelapa, tinggal tunjuk saja pohon kelapa mana yang mau kamu ambil buahnya, para pemanjat pohon kelapa akan dengan tangkas memanjat dan memilihkan kelapa muda yang manis airnya dan lembut daging buahnya.

Nikmatnya Kelapa Muda di Hilibatu. © Fitria Dwi S
Nikmatnya Kelapa Muda di Hilibatu.

 

11. Menjadi Anak Pantai dan Pemburu Senja: Saya selalu bersemangat setiap kali suami mengajak pergi ke pantai. Bagaimana tidak, pantai-pantai di Nias Selatan ini sudah terkenal di perwisataan dunia, banyak para peselancar luar negeri yang senang menari diatas ombak pantai Sorake. Pantai Sorake ini berjarak 2 km dari kota Telukdalam, lomba surfing bertaraf internasional pun sering diadakan di pantai ini. Wow, Indonesiaku keren!

Siap Pergi Menari Diatas Ombak Pantai Sorake. © Fitria Dwi S
Siap Pergi Menari Diatas Ombak Pantai Sorake.

 

Menjadi anak pantai tak harus berbasah-basahan terkena air laut kok, anak pantai bisa juga hanya duduk santai dipinggir pantai berbincang dengan sahabat atau keluarga sambil menunggu matahari tenggelam.

Secangkir Kopi, Sepiring Pisang Goreng dan Obrolan Sore. © Fitria Dwi S
Secangkir Kopi, Sepiring Pisang Goreng dan Obrolan Sore. 

 

Saya terkagum-kagum melihat matahari tenggelam di pantai ini. Rasanya matahari tenggelam di langit Indonesia semuanya indah ya!

Senja di Pantai Sorake. © Fitria Dwi S
Senja di Pantai Sorake.

 

Kabar baik bagi para pemburu senja, datanglah ke pantai Moale, Nias Selatan. Di pantai Moale ini kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa. Pantai Moale ini lokasinya lumayan jauh dari kota Telukdalam, saya dan suami berangkat dari kota Telukdalam pukul 16.00 WIB dan tiba di pantai Moale pukul 17.00 WIB. Satu jam perjalanan yang luar biasa, jalannya berliku-liku, kanan dan kiri jalan banyak pemandangan sawah dan bukit, pemandangan yang sangat jarang ditemukan di kota besar.

Kalau di pulau Jawa, pukul 17.00 WIB matahari mulai perlahan tenggelam dan langit mulai berganti warna, kalau di Nias Selatan pukul 17.00 WIB matahari masih bersinar dengan terang dan langit masih berwarna biru cerah. Hal ini sudah biasa, karena matahari tenggelam di kota ini pukul 18.30 WIB, jika cuaca cerah dan tidak berawan maka kamu dapat menyaksikan matahari tenggelam paling indah di Indonesia.

Langit Biru di Pantai Moale. © Fitria Dwi S
Langit Biru di Pantai Moale.

 

Ombak di pantai Moale ini cukup besar, tidak disarankan untuk kamu berenang di pantai ini. Menjelang matahari terbenam, kamu akan banyak melihat banyak nelayan yang pergi berlayar ke tengah laut untuk menangkap ikan. Jangan lupa siapkan kamera dan siapkan pose foto terbaikmu dengan latar belakang langit senja yang indah.

Indonesiaku Keren! © Fitria Dwi S
Indonesiaku Keren!

Tips: Bawa bekal makanan dan minuman sendiri ya, karena belum ada warung penjual makanan atau minuman di pantai ini. Jangan buang sampah sembarangan, karena pasir pantai ini terlalu indah untuk dikotori dengan sampah.

12. Belajar Sejarah dan Budaya di Desa Hilisimaetanö: Saat dalam perjalanan menuju desa Hilisimaetanö saya melihat sebuah rumah sakit. Ternyata rumah sakit tersebut merupakan peninggalan misionaris Jerman, dulu Rumah Sakit Lukas ini merupakan rumah sakit terbesar dan terlengkap di pulau Nias, hingga kini rumah sakit Lukas tetap beroperasi.

Desa adat Hilisimaetanö sempat hancur dan rusak ketika terjadi gempa di tahun 2005, rumah adat besar di desa ini pun roboh dan sampai sekarang belum di restorasi. Sebelum terjadi gempa desa adat ini ramai dikunjungi wisatawan, namun saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung sudah berkurang.

Anak Tangga Menuju Desa Adat Hilisimaetanö. © Fitria Dwi S
Anak Tangga Menuju Desa Adat Hilisimaetanö.

 

Di desa ini juga masih banyak peninggalan jaman Belanda, meriam ini contohnya:

Meriam di Depan Tangga Masuk Desa Adat. © Fitria Dwi S
Meriam di Depan Tangga Masuk Desa Adat.

 

Saya dan keluarga berkunjung ke rumah adat Omo Sebua, rumah tempat tinggal dari kakek moyang suami. Di depan rumah adat Omo Sebua ini terdapat banyak batu lebar yang dulu dipakai untuk duduk, Daro-daro namanya. Di bagian dalam rumah, saya melihat banyak sekali pakaian adat Nias Selatan beserta aksesorisnya, lengkap mulai dari pakaian adat untuk anak-anak hingga dewasa.

Kunjungan saya dan keluarga ke desa ini adalah untuk berfoto di depan rumah adat Omo Sebua dengan memakai pakaian adat Nias Selatan koleksi pribadi.

Berfoto dengan Baju Adat disamping Daro-daro dan di depan Omo Sebua. © Fitria Dwi S
Berfoto dengan Baju Adat disamping Daro-daro dan di depan Omo Sebua.

 

Pakaian adat suku Nias untuk laki-laki namanya Baru Ohulu sedangkan untuk perempuan namanya Ōröba Si’öli. Pakaian ini biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna hitam, merah atau putih.

Menurut penjelasan yang saya dapat ketika berada di dalam Omo Sebua, warna dan corak pakaian adat ini memiliki artinya masing-masing.

  • Warna hitam sering dipakai oleh para petani untuk menggambarkan situasi kewaspadaan atau kesedihan.
  • Warna kuning dengan corak persegi empat dan pola bunga kapas menggambarkan kekuasaan, kekayaan, kejayaan. Corak dan warna ini sering dipakai oleh para bangsawan.
  • Warna merah dengan corak segitiga sering dipakai oleh para prajurit untuk menggambarkan keberanian dan darah para prajurit.
  • Sedangkan warna putih sering dipakai para pemuka agama untuk menggambarkan kesucian.

Tips: Jika ingin berfoto di desa ini, datanglah pukul 16.00 WIB karena pada saat itu matahari tidak terlalu terik dan cahaya untuk berfoto pun bagus. 

Info: Rumah adat Omo Sebua Desa Hilisimetanö juga menyewakan pakaian adat Nias bagi kalian yang ingin berfoto menggunakan pakaian adat. Harga sewanya bisa langsung kalian tanyakan disana.

Sepanjang perjalanan kemarin, saya melihat bahwa Nias Selatan memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, kabar baik bagi dunia pariwisata Indonesia. Cerminan Indonesiaku keren yang sesungguhnya, pulau yang kaya budaya, adat dan kesenian yang unik, memiliki masyarakat yang ramah serta mewarisi kekayaan alam yang mempesona. Destinasi wisata impian bagi para wisatawan!

Jadi Kapan Main Ke Nias Selatan?. © Fitria Dwi S
Jadi Kapan Main Ke Nias Selatan?. 

 

Semoga Bermanfaat,

Upit :*

You may also like

3 comments

Leave a Reply