Pengalaman Seru di KRL Gerbong Wanita yang Menyenangkan

Pengalaman Seru di KRL Gerbong Wanita yang Menyenangkan – Sejak 3 bulan yang lalu aku sudah pindah dan tinggal menetap bersama suami di Jakarta. Suasana ibukota bukan hal yang baru bagiku, dulu sebelum menikah aku sering bolak-balik Surabaya-Jakarta untuk urusan kerjaan kantor, bahkan tak jarang aku sampai menginap beberapa hari dan merasakan jadi anak kost Jakarta. Untuk urusan transportasi ke lokasi kerja di Jakarta, aku seringnya naik ojek online atau taksi online karena biaya perjalanan ditanggung oleh kantor, bisa tahu tarif menuju lokasi, ada track gps-nya juga, jadi ya aku pilih yang nyaman dan aman dong 😁 Sebenarnya beberapa kali ada rasa penasaran ingin mencoba naik KRL menuju lokasi kerja, cuma lebih banyak mikirnya daripada mencobanya. Alasannya simpel: takut kesasar, takut dijambret, takut dicolek, aduh pokoknya lebih banyak mikir yang negatif deh ketika rasa ingin mencoba naik KRL datang menghampiri 😅

Minggu lalu, teh Ani pemilik aniberta.com sekaligus founder dari Indonesian Social Blogpreneur mengajakku untuk mengikuti Workshop Literasi Media Bagi Masyarakat bersama KPPPA di Kota Bogor selama dua hari. Waktu itu pertanyaanku cuma: kesana naik apa teh? bareng-bareng atau berangkat sendiri?. Rencana awal, aku dan teh Ani akan berangkat bareng ke Bogor naik KRL, janjian di Stasiun Tanah Abang, namun kemudian rencana berubah, kami berangkat sendiri-sendiri. Teh Ani berangkat dari rumahnya naik grab dan aku naik KRL. Teh Ani cuma tanya: BERANI KAN NAIK KRL SENDIRI KE BOGOR? yang ku jawab: BERANI TEH!

Jujur ya, meskipun aku sudah sering pergi ke luar pulau sendiri, naik kereta lintas kota sendiri, travelling sendirian, tapi pertanyaan dari teh Ani itu sempat bikin aku ngeri juga 😅  Aku yang awam banget dengan KRL Ibukota ini akhirnya browsing mengenai KRL Jakarta – Bogor, aku hafalkan baik-baik jalur stasiun yang akan dilewati, supaya nggak kesasar. Aku baca juga tuh berita-berita yang menuliskan bahwa KRL Gerbong Wanita adalah arena hunger games (berita 1) 😂 adapula yang menuliskan kisah tak menyenangkan (berita 2) well, pemberitaan media tak semuanya benar, jadi aku harus membuktikan sendiri apakah benar naik KRL Gerbong Wanita itu tak menyenangkan?.

Senin, 13 Maret 2017 – Perjalanan ke Bogor

Jam 7 pagi aku berangkat ke Stasiun Pasar Minggu naik ojek online, suami kali ini nggak bisa nganter karena sejak pagi buta sudah ngurus kerjaan event di Thamrin. 45 menit kemudian aku sampai di stasiun Pasar Minggu, radar travelerku menyala 😝 aku amati dulu gerak-gerik orang di stasiun, baru ngikutin mereka beli tiket dimana, cara tap kartunya gimana dan jalur kereta ke Bogor ada dimana. Cukup membayar 15 ribu, aku udah dapet kartu KRL untuk ke Bogor. Menurut info yang aku baca, biasanya ada banyak kereta yang langsung menuju Bogor, namun saat itu hanya ada kereta menuju Stasiun Depok, kalau mau naik kereta yang langsung ke Bogor aku harus nunggu 30 menit lagi, karena diburu waktu akhirnya aku naik kereta menuju stasiun Depok.

Baca juga:  Jangan Kasih Kendor Kalau Main ke Pulau Kelor!

Untung KRL Gerbong Wanita letaknya diujung, jadi nggak perlu jalan jauh untuk naik gerbong, di dalam gerbong tidak terlalu padat, mungkin karena sudah lewat jam berangkat kerja, hanya ada beberapa ibu-ibu, dan mbak-mbak kuliahan. Aku berdiri di dekat pintu gerbong sambil mengamati aktifitas para penumpang di dalam KRL. Ada yang tidur, ada yang main handphone, ada juga yang lagi ngegosip ngomongin mbak yaya dan babang hamish 😋😂. Pengeras suara di kereta yang aku tumpangi ini tidak berfungsi dengan baik atau butuh perbaikan sepertinya, karena suara pengumuman bagi penumpang tidak terdengar terlalu jelas, kalau nggak hafal jalur pasti kelewatan deh stasiunnya.

Sesampainya di stasiun Depok, para wanita turun dengan rapi, aman, tenang, tentram dan damai, tak saling dorong seperti beberapa pemberitaan media. Menurut informasi seorang ibu yang sempat aku tanyai sebelum turun dari kereta, jalur 4 adalah jalur KRL stasiun Depok menuju Stasiun Bogor, maka aku bergegas mencari jalur 4 dan menunggu kedatangan kereta disana. Jarum jam ditanganku menunjukkan pukul 08.45 ketika KRL menuju Bogor tiba, gerbong wanita saat itu cukup padat dan lagi-lagi aku berdiri di dekat pintu kereta sambil mengamati para penumpang. Suasananya tak jauh berbeda dengan gerbong wanita yang aku tumpangi sebelumnya dan ketika turun di stasiun Bogor, tak ada kejadian saling dorong. Semuanya turun dengan rapi dan anggun. #ciyegitu 😂

Meskipun berada di gerbong wanita, kita tetap harus bisa menjaga diri dan waspada, karena kejahatan ada dimana-mana. Meskipun masih baru pertama kali naik KRL, aku punya beberapa tips untuk kamu para perempuan yang ingin mencoba naik KRL di Ibukota:

  • Jika pakai tas ransel, lebih baik tas ranselnya digendong depan saja. Nggak mau kan, isi tas ranselnya diobok-obok sama maling.
  • Pakai sepatu yang nyaman di kaki, nggak mau kan berdiri lama dengan high heels, pegel cyint~
  • Jangan lupa nukerin tiket kereta di loket, lumayan uang yang kembali bisa buat beli cilok/gorengan.
  • Bawa/Pakai masker untuk jaga-jaga barangkali gerbong kereta penuh sesak, kalau nggak tahan dengan bau keringat atau bau2an dari penumpang lain bisa dipakai maskernya.
  • Jangan terlalu fokus main handphone, perhatikan juga pengumuman dari pengeras suara. Nggak mau kan stasiun tujuan terlewat karena keasyikan baca drama di twitter #eh 🙊
  • Jangan lupa bawa peralatan makeup biar bisa touch up ulang ketika sampai di lokasi tujuan.

Sekian tips dan cerita perjalananku di KRL Gerbong Wanita menuju kota Bogor yang menyenangkan. Tak semua KRL Gerbong Wanita adalah arena Hunger Games kok, kalau kita sebagai penumpang bersikap sopan 😌

Sekian,

Semoga bermanfaat 😘

 

Related Post

J-Sky Ferris Wheel, Wahana Kincir Ria Tertinggi Di... J-Sky Ferris Wheel, Wahana Kincir Ria Tertinggi Di Indonesia. - Ada satu wahana baru di Indonesia yang bisa kamu jadikan tujuan wisata akhir pekan ata...
Mudik Aman dan Nyaman Bersama Mitsubishi New Mirag... Mudik Aman dan Nyaman Bersama Mitsubishi New Mirage - Mudik atau pulang kampung adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia ketika hari raya ...
Hati Bergetar Di Puncak Padar Yang Cetar! Hati Bergetar Di Puncak Padar Yang Cetar! - Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia Timur, tujuan utama adalah main ke Pulau Padar! Salah...
Istimewanya Peluncuran dan Konferensi Pers The Wor... Istimewanya Peluncuran dan Konferensi Pers The World of Ghibli Jakarta - Studio Animasi Pemenang Academy Awards Asal Jepang Studio Ghibli Menggelar Th...

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.