Karena Suka Posting Makanan, Gadis Ini Jadi Rajin Diundang Incip Menu Baru.

SURYA.co.id | SURABAYA – Bermula dari iseng mengunggah menu makanan di jejaring sosial miliknya, kini Fitria Dwi Sulistyawati jadi sering dapat undangan di acara launching menu-menu baru di sejumlah hotel maupun restoran.

Undangan yang tentu tak gratisan. Karena di setiap foto yang diunggah ada nilai nominal yang bakal diterima bungsu dari dua bersaudara ini.

Gadis yang akrab disapa Upit ini mengaku hobi ngeblog. Isi blognya heupit.wordpress.com itu diantaranya adalah menu makanan.

“Saya memang suka jalan-jalan dan makan. Kalau ketemu menu yang menarik, pasti saya foto dan upload dulu sebelum disantap,” cetus Upit yang bekerja di bagian Marcomm di rooang.com ini.

Diakui perempuan asal Surakarta ini, foto-foto yang diunggah di Instagram, Periscope, atau Facebook itu mendapat respons banyak seiring dengan terus bertambahnya follower di jejaring sosmed itu. Perkembangan ini rupanya diikuti oleh pengusaha restoran dan hotel yang berniat numpang promo lewat akun sosmednya.

Hasilnya, undangan pun mengalir. Lulusan Fakultas Perikanan – Kelautan Jurusan Budidaya Perairan Universitas Airlangga ini tentu menikmati berkah itu.

“Ya pasti senang. Sudah makan gratis, pulangnya masih dikasih angpao lagi,” tuturnya sambil tertawa.

Undangan mencicipi makanan untuk kemudian diposting di jejaring sosmed yang diterima Upit tak hanya seputaran Surabaya. Langkah Upit bahan sudah sampai ke Ubud (Bali), Solo, Semarang. “Kadang saya diajak teman yang tahu betul kegemaran saya mencicipi aneka makanan dan posting di sosmed ini,” urainya.

Upit tak hanya memuji setiap menu yang disodorkan pihak pengundang. Gadis yang alergi makan seafood, terutama kepiting ini tak jarang melontarkan kritiknya jika ada menu yang dianggapnya kurang menarik dari sisi tampilan maupun rasa juga kurang nyaman.

Baca juga:  Majalah Gapura: Hobi Bertanam

Kritik Upit memang bukan asal nyeplos. Pasalnya, gadis yang suka berkebun hidroponik ini juga piawai meracik bumbu dapur jadi menu siap santap.

Gadis kelahiran 8 April 1992 ini mengaku ketrampilannya memasak diperoleh dari papanya yang berdarah Filipina. “Papa suka masakan Italia, jadi saya pun ikutan suka masak pasta atau menu-menu khas Italia lainnya,” tutur Upit.

You may also like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.