Kuliner, Lifestyle, Wisata

Piknik Sehari ke Desa Gasol di Cianjur, Desa Penghasil Tepung Beras Berkualitas.

Piknik Sehari ke Desa Gasol di Cianjur, Desa Penghasil Tepung Beras Berkualitas.

Piknik Sehari ke Desa Gasol di Cianjur, Desa Penghasil Tepung Beras Berkualitas. –  Bagi seseorang yang suka bepergian mengunjungi tempat baru tentu tidak akan menolak jika ada yang mengajak untuk pergi piknik sehari, seperti aku ini contohnya. Awal bulan lalu, teh Ani mengajakku untuk piknik ke Desa Gasol, Cianjur untuk mengunjungi pabrik pembuat tepung beras, ajakan teteh langsung aku iya-kan 😂 Sempat drama dan galau jadi pergi atau tidak, karena di hari yang sama ada meeting kantor. Puji Tuhan, memang sudah rejeki anak baik, ada kabar bahwa meeting kantor ditunda 😆 sehingga aku bisa ikut piknik ke Cianjur!

Cianjur, I’m Coming!

Selasa, 16 Mei 2017 jam 5 pagi aku sudah bangun, menyiapkan makanan untuk suami lalu bersiap untuk pergi ke Kantor Gasol Pertanian Organik di daerah Ragunan, Jakarta Selatan. Peserta piknik sehari adalah 10 anggota terpilih komunitas ISB, kami berkumpul di kantor Gasol jam 6 pagi. Kenapa kumpulnya pagi banget? Iya supaya ga terjebak kemacetan di Puncak nanti. Nggak mau kan mood baik berangkat piknik jadi rusak karena terjebak macet di jalan 😝

Tepat jam 7 pagi, mobil yang kami kendarai meninggalkan kantor Gasol menuju lokasi pabrik Gasol di Cianjur. Bersepuluh didalam mobil dan 90% adalah kaum wanita, ibu-ibu muda, kebayang kan ramenya gimana apalagi kaum bapak-bapak muda juga nggak mau kalah ngegosip dan bahas beragam hal yang membuat kami tertawa sepanjang perjalanan sehingga kemacetan di area puncak tidak menjadi keluhan panjang kami. Tawa kami mendadak senyap, berganti dengan decak kagum saat mobil kami melintasi perkebunan teh di sepanjang jalan area Puncak, Bogor. Maklum ya, di ibukota jarang liat yang “ijo-ijo” jarang pula merasakan udara segar 😂 jadi super excited ketika melintas di kawasan kebun teh Rindu Alam, Bogor.

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan

 

Desa Gasol, Penghasil Tepung Beras Berkualitas.

Sungai tampak berliku
Sawah luas terbentang
Bagai permadani di kaki langit

Jam tangan menunjukkan pukul 11 siang saat mobil yang kami kendarai berhenti di dalam halaman pabrik Gasol. Kedatangan kami disambut ramah oleh Ibu Wawa, selaku pengelola pabrik Gasol, Pak Rohman selaku manager dan Pak Dadang sebagai Factory Supervisor. Pak Flamming Wong selaku pemilik pabrik Gasol dan putranya Abraham Wong selaku Digital Marketing Gasol yang mengantar dan menemani kami selama perjalanan dari Jakarta.

Blogger mah gitu, di suguhi getuk dan minuman hangat sereh pasti di foto dulu, posting dulu baru dimakan. Iyeee kan? 😌😆

Bp. Flamming Wong, Owner Gasol Pertanian Organik

Sambil menikmati sajian getuk dan teh sereh, aku menyimak penjelasan pak Flamming mengenai sejarah berdirinya pabrik Gasol. Sungguh takjub rasanya ketika mengetahui bahwa masih ada orang-orang yang peduli dengan pertanian Indonesia. Di saat yang lainnya menganggap bertani adalah pekerjaan kasar dan buruk, pak Flamming beserta Alm. Istrinya yaitu Ibu Ika berjuang untuk tetap bertani dengan memakai benih varietas lokal unggulan Cianjur.

Mereka memutuskan untuk menjadi petani yang mengkhususkan di CIANJUR SPECIALITY RICES, dengan tetap mempertahankan kearifan untuk menjaga kelestarian alam dengan sistim budidaya ORGANIK, dengan harapan Indonesia sebagai negara agraris yang mayoritas penduduk makanan pokoknya beras, dapat memperkenalkan juga ke seluruh dunia produk beras varitas lokal unggulnya seperti: Pandan Wangi, atau Merah Wangi yang sejajar dengan Thailand: Jasmine Rice, atau India yang bangga dengan Basmati Rice.

Dengan konsep pertanian organik life, pak Flamming dan bu Ika mengembangkan pabrik Gasol ini. Kenapa konsepnya bernama organik life? karena pupuk yang dipakai di pabrik Gasol ini dibuat sendiri, tidak ada unsur kimia seperti pestisida sama sekali. Selain memiliki lahan sawah seluas 25 hektar, pabrik Gasol juga punya area bertani pisang dan sayuran, nah buangan kulit pisang dan sisa-sisa sayuran ini yang diolah menjadi kompos organik untuk memupuk lahan sawah Gasol. Menarik kan? 😍

Info: Jerami setelah panen padi di Gasol, tidak boleh dibakar melainkan diolah kembali menjadi kompos.

Benih yang ditanam di lahan Gasol adalah benih-benih unggulan Cianjur. Cara memilih benih unggulan di Gasol ini cukup tradisional dan unik, yaitu “diinjak-injak” oleh ibu-ibu pekerja di Gasol.

Setelah pemilihan benih terkumpul, lalu dijemur dan dikemas dalam karung-karung dan disimpan dalam gudang penyimpanan benih. Benih baru akan disemai setelah masa panen.

Karung-karung yang berisi benih beras unggulan Gasol
Omah kayu Gasol dan Benih Varietas Unggul Gasol yang sedang dijemur.

Selama ini ketersediaan benih di Gasol ini aman karena ada Bank Benih sendiri di Pabrik Gasol, dan benih yang dipakai adalah benih yang sudah disimpan selama satu musim. Rotasi penanaman benih pun harus ada selingan, yaitu menanam padi dan palawija. Selama satu tahun bisa panen dua kali, 1 hektar bisa panen 5 ton beras 😍 Lahan sawah yang dimiliki Gasol pun ada beragam, ada lahan sawah milik Gasol dan lahan sawah milik mitra Gasol, namun pengolahannya tetap dalam pengawasan Gasol Pertanian Organik.

Main ke kebun sayur dan sawah Gasol Pertanian Organik.

Setelah mendengar penjelasan dari pak Flamming dan pak Rohman mengenai Gasol Pertanian Organik, aku dan teman-teman blogger diajak berkeliling ke kebun sayur dan main ke sawah milik Gasol! 😍

Sayur-mayur yang ada dalam menu makan siang kami saat itu berasal dari kebun sayur ini lho! Jadi masih segar dan “kriuk” 😍😄 Puas main-main di kebun sayur, kami diajak pak Rohman main ke sawah milik Gasol. Asiiiiik akhirnya main di sawah! 😂😂

Gunung menjulang
Berpayung awan
Oh .. Indah pemandangan

Aku dapet oleh-oleh pengalaman yang cukup tak terlupakan, yaitu jatuh kecemplung di sawah 😂

Untung nggak pakai sneakers. Namanya juga wong Jowo, meskipun jatuh masih aja ada rasa syukur “untung”-nya :))

Beginilah kira-kira kelakuan blogger ibukota saat diajak main ke sawah, berdiri berjejer di pinggir pematang, foto-foto sambil dengerin penjelasan pak Rohman 😁

Serunya Makan Siang di Gasol & Main ke Pabrik Pupuk Gasol

Usai main di kebun dan sawah, kami kembali berkumpul di omah kayu untuk menikmati makan siang ala Jawa Barat, yaitu leliwetan. Makan nasi dan lauk yang ditata diatas daun pisang, lauknya ada ikan goreng, tahu goreng, sambel, lalapan, kerupuk, dll. NIKMAAAAAT! ☺😍

Perut kenyang, hatipun senang untuk melanjutkan kunjungan ke pabrik pupuk Gasol. Lokasi pembuatan pupuk Gasol tidak jauh, hanya 10 menit perjalanan dengan menggunakan mobil. Sesampainya di lokasi, kami disambut ramah oleh bapak petugas pabrik yang sedang mengolah kompos.

Di area pabrik pembuatan pupuk ini juga ada lahan sawah gasol dan peternakan domba Gasol. Kotoran hewan dari peternakan ini yang juga digunakan sebagai campuran pupuk Gasol.

Mengintip isi “Bunker” Gasol Pertanian Organik.

Lokasi terakhir yang kami kunjungi di pabrik Gasol Pertanian Organik adalah Galeri Gasol yang didalamnya menyimpan banyak saksi-saksi perjuangan pak Flamming dan Alm. Bu Ika istrinya dalam mengembangkan pabrik Gasol Pertanian Organik. Sebelum masuk ruangan Galeri, pengunjung DIWAJIBKAN menggunakan sandal khusus yang telah disediakan untuk menjaga kebersihan area galeri.

Tebak-tebak kaki siapa aja ini? :))

Ada banyak sekali sertifikat dan piala penghargaan yang diterima bu Ika, semua penghargaan itu dipajang didalam galeri ini.

Siapa sangka dibalik pintu yang ada di dalam galeri ini ada “bunker” tempat para pekerja mengolah beras yang sudah dipanen menjadi tepung beras berkualitas. Tidak semua orang boleh masuk ke dalam area ini, yang masuk ke dalam area ini pun harus mengikuti beberapa aturan khusus yang diterapkan, salah satunya harus melepas semua perhiasan dan jam tangan atau aksesori lainnya. Aturan lain yang juga merupakan SOP pekerja yang berada di area “bunker” adalah:

Jujur waktu masuk ke dalam area pabrik pengolahan ini aku sempat dibikin bengong dengan arsitektur dan desain ruangannya. Pemanfaatan ruangan bawah tanah yang sungguh sangat unik dan menarik, interior ruangan pun dicat dengan warna-warna khas Gasol Pertanian Organik yaitu Kuning dan Hijau. Tidak ada alasan khusus mengapa pak Flaming memilih dua warna ini, menurut beliau warna hijau melambangkan hamparan sawah yang luas dan hijau, lalu warna kuning melambangkan warna padi yang menguning tanda siap dipanen.

Ruangan di dalam pabrik ini semakin ke bawah, semakin seru 😂 Apalagi waktu aku dan rekan-rekan blogger berkesempatan untuk melihat langsung ruangan pengeringan kulit pisang dan beras gasol yang siap diolah menjadi pupuk dan beras gasol. Ruangannya panas, mirip ruangan sauna! Yaiyalah, namanya juga ruang pengeringan 😂

Ruangan terakhir yang kami kunjungi didalam “bunker” ini adalah ruangan packing tepung beras gasol yang sudah jadi.

Nah, berikut ini adalah kemasan tepung gasol yang lama dan tepung gasol yang baru:

Tepung Gasol ini ada banyak varian rasa, ada rasa pisang, kacang hijau, beras merah, dll. Info lengkap silahkan berkunjung ke gasolorganik.com 😉 Tepung beras ini banyak dipakai untuk asupan anak bayi, bahkan kakak ipar dan adik ipar juga memakai tepung gasol ini untuk bubur bayi anak-anak mereka. Tak hanya untuk anak bayi, tepung beras ini juga aman dikonsumsi untuk penderita jantung ataupun diabetes. Harga satu kotak tepung gasol 200gram dibandrol Rp 24.000,- saja.

Paket Wisata Gasol

Tak hanya mengolah tepung beras saja, namun pabrik Gasol Pertanian Organik ini juga menyediakan paket-paket wisata bagi para wisatawan ataupun pelajar yang ingin lebih mengenal olahan pabrik Gasol ini. Paket yang disediakan pun beragam, untuk info lengkap mengenai paket wisata klik disini

Penginapan di Gasol

Sebelum pulang kembali ke Jakarta, aku dan rekan blogger peserta piknik sehari di Desa Gasol mengabadikan momen dengan foto bersama pak Flaming, Pak Rohman dan karyawan Gasol lainnya.

 

Foto Bersama – Sampai jumpa lagi Gasol!

Indonesia sungguh sangat kaya akan hasil alam, hasil bumi tanah air ini wajib kita syukuri dan kita lestarikan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan yang Maha Esa. Terima kasih Gasol Pertanian Organik yang sudah memberi kesempatan kepada kami, tak hanya sekadar berkunjung dan piknik sehari, namun kami juga memetik banyak sekali ilmu dari pabrik Gasol Pertanian Organik.

Salam,

Semoga bermanfaat :*

7 thoughts on “Piknik Sehari ke Desa Gasol di Cianjur, Desa Penghasil Tepung Beras Berkualitas.”

  1. Liswanti says:

    Asyik banget ya berkunjung ke pabrik Gasol ini, ada banyak hal seru dan menyenangkan. Terutama melihat pabriknya.

  2. Dian says:

    wih…keren Gasol. Benar-benar pure organic! trims ceritanya Mba, salam kenal yaa

    1. Upit says:

      Halo mbak Dian, terima kasih sudah mampir baca & komen 🙂
      Iya, Gasol semuanya pure organic.

  3. Dewi says:

    Hebat yaaa. . Pak Aming dan Alm. Bu Ika. Perjuangannya nggak sia-sia, sekarang beras organik mulai dilirik. Meski capek habis dari Cianjur, ilmu yang didapatkan sangat bergunaaa, nambah wawasan akuuuh 😃

    1. Upit says:

      Beneeeer banget mbak! 😀

  4. Ani Berta says:

    Seru dan banyak hal yang tidak kuketahui sebelumnya di sana 😀

    1. Upit says:

      Meskipun jauh, tetap senang yaaa teh 😀

Leave a Reply