Celoteh, Kuliner, Wisata

Melalak di Medan: Menara Air Tirtanadi.

Melalak di Medan: Menara Air Tirtanadi.

Melalak di Medan: Menara Air Tirtanadi. – Waktu dikasih tahu suami kalau bakal jalan-jalan ke Medan, aku udah heboh sendiri browsing tempat-tempat wisata menarik dan unik di Medan. Sempat juga tanya ke rekan-rekan blogger yang pernah jalan-jalan ke Medan 😂 Rencana di Medan cuma 5 hari 4 malam, jadi harus di list nih tujuan wisata kemana aja. Sempat terpikir kalau melalak di Medan aku mau ke pulau Samosir, mau ke Danau Toba juga. Meskipun nggak sampai menginap, minimal punya foto dengan latar belakang Danau Toba, biar seperti selebgram masa kini 😋

Sejatinya kami melalak di Medan kemarin itu bukan murni jalan-jalan, apalagi bulan madu 😂 tujuan utama kami adalah bantuin kakak ipar dalam acara penutupan malam kesenian di PRSU. Bisa jalan-jalan di Medan itu bonus, makanya seperti yang aku bilang di paragraf atas, harus di list tujuannya mau kemana agar tercapai 😌 Sayangnya, rencana hanya tinggal rencana ketika aku bertanya pada adik perempuanku di Medan,

“Dek, kalau ke Samosir butuh waktu berapa lama?” 

“Kalau naik mobil bisa 3-4 jam kak, itu pun lebih baik menginap.”

Begitu mendengar kata “menginap” langsung pupuslah harapanku untuk ke pulau Samosir 😔 Karena nggak mungkin kami menginap disana, karena harus mempersiapkan acara penutupan di PRSU. Akhirnya aku, suami dan adik-adik perempuanku, Sonia dan Titah memutuskan untuk berwisata dalam kota. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Menara Air Tirtanadi.

Cerita Menara Air Tirtanadi

Sebenarnya ketika hari pertama datang di Medan, menara ini sudah sering aku lewati karena letaknya ada pas di persimpangan Sisingamangaraja namun tak nampak istimewa sama sekali, sampai akhirnya aku mendengar cerita tentang menara ini ketika berkunjung ke Istana Maimun. Tour guide di Istana Maimun  menceritakan bahwa sumber air utama di Istana ini ada dari Menara Air Tirtanadi yang letaknya tak jauh dari Istana. Jadi ketika ada kesempatan lewat depan menara, mobil yang kami kendarai menepi sejenak dan aku mengambil beberapa foto dari pinggir jalan raya. Kami nggak sampai masuk mampir ke dalam area menara sih, karena waktu itu sudah terlalu sore dan kami sudah ada tujuan ke tempat lain saat itu.

Melalak di Medan: Menara Air Tirtanadi.
Sumber: Dokumentasi pribadi

Menara air Tirtanadi ini merupakan salah satu ikon kota Medan. Bangunan ini didirikan pada tahun 1908, oleh pemerintah Belanda, sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Meda. Namun tidak semua masyarakat Medan dapat memanfaatkan menara air tersebut, hanya golongan menengah ke atas saja yang diperkenankan memanfaatkan menara air tersebut sebagau sumber penghasil air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat golongan menengah kebawah masih menggunakan sumur-sumur untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.

Saat malam hari ketika kami akan pergi makan malam, kami melewati menara air Tirtanadi lagi dan aku sempat mengambil foto menara air ini saat malam hari.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

 

Pencahayaan menara air Tirtanadi saat malam hari, membuat menara ini tampak berbeda menurutku. Jujur aku cukup takjub ketika mengamati menara air buatan Belanda ini masih berdiri kokoh dan masih bisa difungsikan sebagai menara air PDAM.

Puas mengamati menara air Tirtanadi dari seberang jalan, kami melanjutkan perjalanan untuk makan malam di jalan Semarang, makanan di jalan ini cukup beragam, untuk harga dan rasa lumayan relatif. Tapi rasa masakannya belum bisa mengalahkan rasa makanan Rumah makan Jenggala 😋😁 (reviewnya disini)


Nah, buat kalian yang berencana mau melalak di Medan nggak ada salahnya menyempatkan diri seharian berwisata di dalam kota Medan dan membagikan ceritamu dengan posting foto di Instagram/Blog. Siapa tahu akan di repost akun-akun informasi wisata kan yaaa 😉

postingan IG-ku yang di repost oleh @iwashere_d

 

Salam,

Semoga bermanfaat 😘

2 thoughts on “Melalak di Medan: Menara Air Tirtanadi.”

  1. Jalan-Jalan KeNai says:

    Kalau sekarang menara airnya masih berfungsi, gak? Atau hanya jadi ikon aja. Tapi bagus, ya. Masih kokoh sampai sekarang 🙂

    1. Upit says:

      Halo mbak, terima kasih sudah mampir baca & komen 🙂
      Menara airnya masih berfungsi kok mbak, sekarang dipakai sama PDAM Medan.

Leave a Reply